Paket Umroh Arba’in 2020 5/5 (1)

Shalat Arbain cukup dikenal oleh masyarakat haji Indonesia. iya lah shalat berjamaah sebanyak 40 kali berturu-turu di masjid Nabawi Madinah dan tidak boleh tertinggal takbiratur ihram. Paket Umroh Arba’in 2020 bisa membawa anda ke Masjid Nabawi.

Jamaah haji Indonesia akan melewati fase delapan atau sembilan hari di Madinah. baik sebelum maupun setelah ibadah haji baik gelombang I maupun gelombang II. Dan, sering dimotivasi agar melaksanakan shalat arbain di Masjid Nabawi. Terkadang jamaah merasa melaksanakan arbain ini menjadi keharusan. ketika tidak bisa melakukannya maka ia sangat menyesal dan meyakini hajinya tidak afdal, bahkan tidak sah. Paket Umroh Arbain 2020.

Arbain merupakan salah satu ibadah yang dilakukan jamaah haji di Kota Madinah al Munawarah. yaitu salat fardu berjamaah di masjid Nabawi selama 40 kali berturut-turut bersama imam masjid tanpa putus. Arbain bukanlah merupakan salah satu manasik haji. tapi jemaah haji pada umumnya mengharapkan betul bisa melaksanakan Arbain ini. Terutama terkait dengan keutamaan salat Arbain yang luar biasa. Promo Umroh Arba’in 2020 Khazzanah.

Paket Umroh Arba’in 2020

Makna (arba’in atau arba’un) itu sendiri adalah melaksanakan shalat 40 waktu. (Isya,Subuh,Dhuhur,Ashar,Magrib) tanpa terputus berjamaah di Masjid Nabawi. Sesungguhnya, arbain itu sama sekali tidak termasuk (wajib haji) apalagi menjadi (rukun haji) karena semua kegiatan haji itu adanya di Makkah bukan di Madinah. Paket Umroh Arba’in 2020

Salat di Masjid Nabawi, 40 waktu salat tidak terputus satu kali pun maka ditulis baginya kebebasan dari neraka, selamat dari siksa dan dibebaskan dari kemunafikan. Selama jamaah berada di Madinah, memperbanyak shalat di Masjid Nabawi itulah inti dari ibadah Arbain ini sesuai dengan sabda Nabi (Dari Abu Hurairah Ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda) ‘Satu kali shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu shalat di masjid selainnya, kecuali Masjidil Haram.’ (HR Bukhori Muslim).

Yang perlu ditekankan dalam Arbain adalah esensi, yaitu disiplin waktu melaksanakan salat 5 waktu sehingga diharapkan dengan niat yang kuat, jemaah haji setelah lulus Arbain di Madinah, jemaah haji dapat melakukan Arbain di daerahnya masing-masing. Promo Umroh Arba’in 2020 untuk biaya bisa kalian lihat di Biaya Umroh Arba’in 2020 Khazzanah.

Diharapkan, usai Arbain, jemaah dapat menerapkan disiplin waktu salat. Paket Umroh Arba’in 2020

Sementara salat adalah imadudin, tiang agama, maka diharapkan keberagamaan mereka akan lebih baik secara pribadi maupun sosial. Jamaah haji yang berhasil melaksanakan salat Arbain, diharapkan mampu membentuk kesalehan personal dan sosial. Saleh secara pribadi maupun saleh secara sosial, sehingga diharapkan mampu membawa perubahan yang luar biasa pada dirinya maupun masyarakat pada umumnya.

Pengertian Arbain

Arbain. Mendengar istilah tersebut, mungkin ada sebagian dari kita yang masih belum mengetahui apa pengertian dari Arbain itu. Jadi, arbain ialah istilah untuk melaksanakan shalat berjamaah selama empat puluh waktu tanpa terputus di Masjid Nabawi. Nah, bagaimana jika

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang shalat karena Allah empat puluh hari secara berjamaah tanpa ketinggalan takbir yang pertama, dicatatkan baginya dua kebebasan; kebebasan dari neraka dan kebebasan dari kemunafikan.”

Arbain itu juga sama sekali tidak termasuk “wajib haji” apalagi menjadi “rukun haji” karena semua kegiatan haji itu adanya di Makkah bukan di Madinah. Kalaupun jamaah tidak sampai berziarah ke Madinah maka tidaklah ia melanggar kewajiban haji dan membayar dam. Begitu hal itu tidak berpengaruh terhadap sah atau tidaknya haji/umroh.

Paket-Umroh-Arbain-2020-Jakarta

HAJI TETAP SAH WALAU TANPA ARBAIN

Semangat jamaah haji untuk beribadah di Tanah Suci tidak perlu diragukan. Termasuk untuk menunaikan Arbain atau menunaikan salat selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi, Madinah.
Program Arbain memang sudah bertahun-tahun dilaksanakan pemerintah di musim haji. Tapi bukan menjadi ukuran hajinya sah atau tidak.

Insya Allah jika memang sudah niat Arbain tetapi belum dapat melaksanakan, pahalanya sudah sama, “Keutamaan Arbain memang sangat besar. Tapi tetap harus ada pengarahan. Jika memang karena uzur, fisik yang sakit dan lainnya justru tidak dianjurkan. Tapi untuk anak muda yang kuat, sehat dan mampu sangat dianjurkan,” tidak sedikir keutamaan arbain. Tapi, tidak harus dipaksakan juga.

Bagi yang tidak Arbain tetap akan mendapatkan pahala salat di Masjid Nabawi. Padahal dalam hadis Nabi Muhammad SAW bersabda. barangsiapa salat di Masjidku, kata Nabi, lebih baik 1.000 kali dibanding salat di masjid lain. tentu selain Masjidil Haram Makkah.

Menurut versi haditsnya yang lemah, keutamaannnya sangat banyak.

Haditsnya yaitu,

مَنْ صَلَّى فِي مَسْجِدِي أَرْبَعِينَ صَلاةً، لاَ يَفُوتُهُ صَلاةٌ، كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَنَجَاةٌ مِنَ الْعَذَابِ، وَبَرِئَ مِنَ النِّفَاقِ

“Barang siapa shalat di masjidku empatpuluh shalat tanpa ketinggalan sekalipun, dicatatkan baginya kebebasan dari neraka, keselamatan dari siksaan dan ia bebas dari kemunafikan.”

Hadits ini dhaif (lemah), sebagaimana dijelaskan oleh syaikh Al-Albany dalam Silsilah Adh-Dhaifah, no. 364, dalam kitab lainnya sedangkan dalam kitab “Dhaif At-Targhib”, no. 755, beliau mengatakan, “Munkar”.

Adapun yang banyak beredar di tengah masyarakat bahwa orang yang berziarah (ke Madinah) dan menetap di sana selama 8 hari agar dapat melakukan shalat arbain (40 waktu). Meskipun ada sejumlah hadits yang diriwayatkan.

bahwa siapa yang shalat empat puluh waktu, akan dicatat baginya kebebasan dari neraka dan kebebasan dari nifaq. hanya saja haditsnya dhaif menurut para ulama peneliti hadits. Tidak dapat dijadikan hujjah dan landasan. Berziarah ke Masjid Nabawi tidak ada batasannya, apakah berziarah sejam atau dua jam.

Sehari atau dua hari atau lebih dari itu, tidaklah mengapa.

Hadits arbain yang boleh dan ada dasarnya

Terdapat hadits lain mengenai shalat Arbain yang shahih, akan tetapi berbeda dengan sebelumnya. Hadits tersebut:

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ.

“Barang siapa yang shalat karena Allah empat puluh hari secara berjamaah tanpa ketinggalan takbir yang pertama, dicatatkan baginya dua kebebasan; kebebasan dari neraka dan kebebasan dari kemunafikan.

Perbedaan dengan sebelumnya adalah dilakukan selama 40 hari (bukan delapan hari) dan tidak mesti harus di Masjid Nabawi, bisa di masjid mana saja. Insya Allah orang yang rutin shalat berjamaah di masjid tepat waktu akan mudah mendapatkan keutamaan ini. Semoga kita dimudahkan oleh Allah melaksanakannya.

Beberapa catatan mengenai shalat arbain
Shalat Arbain juga memberikan beberapa konsekuensi karena harus berturut-turut dan tidak boleh tertinggal takbiratur ihram bersama imam.

Terkadang kita ketiduran. kurang fit atau terlalu capek akhirnya kita agak terlambat. kemudian pasti akan terburu-buru bahkan berlari kencang untuk mengejar takbiratur ihram bersama imam.

Padahal tubuh sedang tidak fit atau sedang sakit. Ini juga menyalahi sunnah agar datang ke masjid dengan tenang dan tidak tergesa-gesa, adapun yang tertinggal bisa di sempurnakan setelahnya. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمُ الإِقَامَةَ، فَامْشُوا إِلَى الصَّلاَةِ وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالوَقَارِ، وَلاَ تُسْرِعُوا، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا، وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا

“Jika kalian mendengar iqamat, berjalanlah untuk shalat dengan tenang dan wibawa, jangan terburu-buru, shalatlah bersama imam sedapatnya, dan sempurnakan sendiri bagian yang tertinggal.”

Ketika tertinggal takbiratul ihram shalat Arba’in atau ketiduran maka jamaah akan merasa sangat sedih sekali. Padahal mayoritas jamaah haji dan umrah umumnya pernah tertinggal takbiratur ihram, baik karena sakit, kecapekan, ketiduran atau mengurus keluarga yang sakit. Mereka sangat sedih tidak mendapatkan keutamaan shalat Arba’in. Akibatnya mereka murung, tidak semangat dan bisa jatuh sakit karena memang tujuan utama mereka di Madinah adalah shalat Arbain.

Beberapa jamaah yang tidak diprogram tinggal di Madinah selama 8 hari.

memaksakan diri dan terkadang bekal tidak cukup. rela ditinggal rombongan karena benar-benar ingin mengejar 40 shalat Arba’in.

Terlalu fokus ibadah di Madinah dan memaksakan diri padahal lebih diutamakan shalat dan ibadah di Masjdil Haram Makkah karena memang lebih banyak keutamaannya.

Jamaah haji wanita juga terkadang kecewa. ketika sedang semangat Shalat Arbain atau sedang akan sempurna tiba-tiba datang haid. Bisa jadi uring-uringan dan tidak semangat lagi. Bagi jamaah wanita lebih baik merenungi hadits. bahwa shalat di rumah atau penginapan lebih baik bagi mereka daripada shalat di Masjid Nabawi.

karena seorang sahabat wanita dinasehatkan oleh Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam. agar shalat di rumahnya karena lebih baik dari shalat di masjid nabawi. Akan tetapi tidak masalah juga shalat di masjid nabawi dengan keutamaannya, lebih-lebih kesempatan ini sangat jarang bagi jamaah Indonesia.
Berikut haditsnya:

عَنْ أُمِّ حُمَيْدٍ امْرَأَةِ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ، أَنَّهَا جَاءَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي أُحِبُّ الصَّلَاةَ مَعَكَ، قَالَ: «قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلَاةَ مَعِي، وَصَلاتُكِ فِي بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاتِكِ فِي حُجْرَتِكِ، وَصَلاتُكِ فِي حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاتِكِ فِي دَارِكِ، وَصَلاتُكِ فِي دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاتِكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ، وَصَلاتُكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاتِكِ فِي مَسْجِدِي»

Dari Ummu Humaid –istri Abu Humaid as-Sa’idi-bahwa ia telah datang kepada Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- dan berkata. “Wahai Rasulullah, sungguh saya senang shalat bersamamu.”

Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- berkata.

“Aku sudah tahu itu dan shalatmu di bagian dalam rumahmu lebih baik bagimu dari shalat di kamar depan. Shalatmu di kamar depan lebih baik bagimu dari shalat di kediaman keluarga besarmu. Shalatmu dikediaman keluarga besarmu lebih baik bagimu dari shalat di masjid kaummu.

shalatmu dimasjid kaummu lebih baik dari shalat di masjid Nabawi.”

Demikian semoga bermanfaat.

Please rate this